Thursday, June 19, 2014

Kisah Imam Ibnu Taimiyah

Ketika Imam Ibnu Taimiyah dimasukkan ke dalam penjara di Qal'ah (Benteng), dari mulutnya berkumandang ayat Al-Qur'an yg artinya,

"... Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa." (Al-Hadiid : 13)

Beliau mondar-mandir di sekitar pagar Qal'ah itu sambil mengulang-ulang ayat tersebut disertai ketenangan hati yg menakjubkan dan sifat ksatria yg tiada bandingan-nya.

Saat itu dia berkata, "Apa gerangan yg akan diperbuat musuh-musuhku! Surga dan kebunku berada di dadaku, ke mana saja aku pergi ia senantiasa bersamaku. Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya bersamaku. Jika mereka membunuhku, maka kematianku adalah syahid. Jika mereka mengasingkanku, maka pengasingan bagiku merupakan kesempatan untuk santai. Jika mereka memenjarakanku, maka penjara bagiku laksana tempat khalwat-ku (tempat untuk mendapatkan kedamaian bersama Tuhan). Orang yang ditahan adalah orang yang ditahan (jauh) dari Tuhan-nya. Dan orang yang ditawan adalah mereka yang ditawan hawa nafsunya."

Murid Ibnu Taimiyah yang cerdas, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, menceritakan hal ini. Ia mengatakan, "Demi ilmu Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih enak dan santai kehidupan-nya dari sang Imam. Walaupun kehidupan-nya serba sulit, lepas dari kesenangan dan kenikmatan, dan bahkan yang ia alami adalah sebaliknya. Meskipun ia ditahan, diancam, dan akan dihukum mati sekalipun, ia tetap orang yang paling santai dalam menempuh kehidupan-nya, paling lapang dadanya, paling kuat hatinya, dan paling gembira jiwanya. Dari wajahnya memancar cahaya penuh kedamaian."

........

Barakallaahu fii kum Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim al-Jauziyah.. Cuma do'a itu yg bisa diucapin saking powerfulnya kata2 beliau yang lahir dari kekuatan iman yg dahsyat. Trusting Allah to the fullest. Banget.

Semoga di generasi kami masih ada yang bisa mencapai kualitas seperti engkau, minimal meneladaninya. Aamiin. Kebayang proses pembinaan dan tempaan-nya sampai keluar kata2 macem itu dari mulut beliau.

Ini nih contoh kisah yg nunjukin sosok yang hatinya bebas, tak tertahan apa pun, tidak ditawan apa pun. Bergantung hanya pada Allah. Iman to the max. Masya Allah. Merindingdongringdingdong~ *eh, malah nyanyi :p

Da saya mah apa atuh. Baca kisah ini makin ngerasa diri apaan banget, kecil kaya zarrah. :(

Apalagi kalo baca kisah2 60 karakteristik perihidup sahabat Rasulullah.. *belum tamat padahal teh* kisah sahabat yg paling pertama dibahas di buku itu aja udah bikin terhenyak, tertampartampar, banjir keharuan, dan makin ngerasa ngga ada apa2nya.

Apalagi kalo baca sirah Rasulullaah Muhammad sallallaahu 'alaihi wa salam. Makin tercekat, sesek.

Apalagi kalo baca qur'an puncak dari segala kisah2 terbaik. Makin ilang kitanya dan apa2 yg selain Allah, makin besar Allah nya.. Allah subhanahu wata'ala dah pokonya mah.

Semoga bisa sama2 dipikirkan, diresapi, dan dipahami sehingga memunculkan kesadaran terbaik sebagai dorongan dan dasar untuk bersikap dalam penghambaan. Aamiin.

Lagi2 da saya mah apa atuh cuma hamba Allah yg syukurnya ga pernah mencukupi dibandingin limpahan pemberian nikmat-Nya. T.T

Astagfirullaahal'azhiim...
Wallaahu a'lam
Semoga kita diberi kekuatan. aamiin.
Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. :)

Monday, June 2, 2014

Partner Keliling Jannah

Saya mah ngga mohon partner yang bisa ngajak keliling indonesia atau keliling dunia.
Saya mah mohon partner yang bisa ngajak keliling jannah aja deh, selama-lamanya, di keabadian.
Aamiin.

Tapi...

Kalo ternyata dikasih kesempatan dan ada yang ngajakin keliling indonesia atau keliling dunia sebelum keliling jannah sih ngga apa2 banget ya Allah, mauuu, selama fokus utama tujuan-nya tetep untuk ngajakin keliling jannah. Dan dalam rangka memperoleh tujuan tersebut. Pada akhirnya mah kami hanya ingin bersama-sama bertemu dengan-Mu.

#dasayamahapaatuhcumamakhluq

Friday, May 30, 2014

sudahlah...

Sudahlah, mari bekali saja diri dan ruh ini dengan akar pemahaman serta ilmu yang baik dan benar.

Di tengah hiruk pikuk hingar bingar kondisi dunia saat ini, jika tidak kuat akar pemahaman-nya, kita akan mudah terperangkap opini yang tengah bergulir, saling menyalahkan satu sama lain, yang bahkan mungkin terjadi pada diri, tanpa kita sadari.

Tentukan dasar pijakanmu, pastikan bukan tanah berlumpur, apalagi lumpur hisap. Tentukan peganganmu, pastikan bukan sesuatu yang akan lepas atau putus.

Saya percaya, manusia telah dibekali berbagai potensi untuk menentukan dasar pijakan dan pegangan yang hakiki. Silakan gunakan seluruh potensi yang telah dikaruniakan untuk menentukan pijakan dan pegangan tersebut.

Mudah2an, setelah menemukan dasar pijakan dan pegangan tersebut, kita tidak akan lagi bingung dan terseret karena kita berdiri di dasar pijakan yang kokoh dan berpegang pada sebuah pegangan hakiki.

Pada akhirnya, selain dibekali potensi, kita diberikan keleluasaan untuk memilih sikap. Pastikan sikap yang kita pilih berdasarkan akar pemahaman yang baik dan benar, berdiri di dasar pijakan yang kokoh, dan berpegang pada pegangan yang tak akan lepas atau putus.

Plis, jangan sampai kita bersikap karena ikut-ikutan atau karena rasa 'tidak enak'. Apalagi hanya karena ikut prasangka/dugaan.

Jika kita sudah memilih sikap berdasarkan pemahaman, dasar pijakan, serta pegangan yang sudah kita tentukan, sadari dan terima konsekuensinya. Kita bisa memilih sikap, tapi tidak dengan konsekuensi yang melekat pada pilihan-nya. Berhati-hatilah.

Jadi, sekali lagi, Sudahlah, mari bekali saja diri dan ruh ini dengan akar pemahaman serta ilmu yang baik dan benar.

Peace yoo brader 'n sista!

Wallaahu a'lam. :)

Monday, May 5, 2014

ternyata roller coaster-nya belum selesaiii... kyaaa~
Allah Maha Baik dan Asyik *ngutip@sudjiwotedjo*. Dia ngasi jeda dulu buat ngarenghap biar ga kewalahan, dan agar kita tetap bisa menyambut dengan ikhlas legowo semua pemberian-Nya baik susah maupun senang. lillaah... semoga arena roller coaster selanjutnya bisa terlalui dengan selamat dan tetap seru menyenangkan dengan dipenuhi limpahan adrenalin.

sesuatu yang mutlak ada pada Pencipta adalah Kehendak dan Kuasa. dan jika kedua itu tidak ada, tidak bisa disebut pencipta. Allah Pencipta segala sesuatu. Khaliq. dan kita makhluq. bisa apa kita? yang bisa dilakukan terhadap Pencipta adalah legowo dengan segala kehendak dan kuasa yang melekat pada Dzat-Nya. do'a jangan lupa, itu senjata dan bentuk penghormatan kita pada Pencipta. Dia pasti inginkan yang terbaik sehingga pasti memberikan yang terbaik juga. lihat dari sudut pandang-Nya, bukan dari sudut pandang kita sebagai manusia yang super sedikit ilmunya dibandingin Allah Sang Pencipta. husnuzhon selalu ya, pitiw..

dan ketika sedang berada dalam fase seperti ini, lagi2 Allah menunjukkan kebaikan-Nya melalui sebuah tulisan penghibur hati.. ini kutipan-nya~

"Semua rasa yang tengah kita rasakan, adalah urusan diri kita sendiri.
Urusan kita pada orang lain adalah menyediakan wajah yang baik, memastikan mereka tidak terbebani dengan banyak hal yang sebenarnya bisa kita handle sendiri..."
:)


Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya." (QS Yuusuf : 86)
sumber kutipan : http://lintang-wahyu-mukti.blogspot.com/2014/04/selamat-malam-hujan.html#more
Lesson learned: Mengendalikan perasaan. Kita diberikan kesempatan untuk merasakan dua jenis perasaan baik itu senang atau sedih untuk belajar. Diberi senang terus akan membuat kita jadi takabur dan lemah kendali, sedangkan diberi sedih terus akan membuat kita jadi minim harap dan kerdil hati. Dalam silih berganti rasa yang datang, kita diajar untuk bisa menghadapi keduanya. Sampai tau titik seimbangnya dimana. Semua rasa senang dan sedih, dinikmati saja. Kalau kata Ipang “sedih itu hanya sebentar saja”.  Senang-pun begitu. Dia yang menang adalah dia yang bisa mengendalikan dirinya sendiri. We fail first in thought, and next in action kalau kata buku psikiatri.
sumber kutipan :  http://seekthestar.blogspot.com/2014/05/embracing-buton-4-ketinggalan-kapal_5.html

laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
tetap semangats dan ceria! orang muslim punya Allah!
salam senyum pake hati , :) pake <3..



Saturday, May 3, 2014

Hadith of the Day wrote:

*This is a lovely romantic story*
A man once proposed to a woman... 

Muslimah: "Me? If I do not know how to sew, or cook, or iron. How am I going to marry you?"
Man: "Do you know how to pray? Do you worship Allah Subhana wa ta'ala without associating with anyone? Do you give zakat? Are you afraid of Allah?"
Muslimah: "Yes, I pray every day, I love Allah and no one else, I give charity whenever I can and the one I fear is Allah Subhana wa taa'ala."
Man: *smiling* "That's enough for me, I want you to be the half of my Deen, not my maid!"

~ ~ ~

Friday, May 2, 2014

i'm back!

yaampun.. kangen banget ya sama blog ini. udah lama ga ditulisin padahal banyak cerita pisan.

okeh. dimulai dari akhir taun kemarin sampe saat tulisan ini ditulis hidup urang udah macam roller coaster pisan men! yang jelas otot jantung urang jadi semakin terlatih. semoga! makin yakin sama Allah dan kebaikan-Nya, Maha Penyayang pisan pokonya dari segala penyayang Allah SubhanaHu wata'ala teh. udah paling suka ngasi kejutan dan Pembuat skenario paling kece dengan segala ilmu dan Kalimat-Nya yang meliputi segala sesuatu. husnudzon, solat, do'a, syukur, sabar jadi kunci-kunci utama yang menemani perjalanan roller coaster itu. semuanya ga main-main men. bener2 ditarget di titik terlemahnya mungkin yah. *setelah disadari* tapi jadi semacam penasaran juga bakal ada apa lagi nih setelah ini. karena Allah udah janjiin di Al-Qur'an sesudah kesulitan ada kemudahan. diulang dua kali. ditekankan pisan. bisa banget deh Allah meyakinkan dan menghiburnya. AH! ya Allah pokonya pitiw yakin sama Engkau, dan apapun yang berasal dari-Mu. saksikan yaa, ya Allah. Tolong dan bantu pitiw terus. bersamai selalu, jangan jauh-jauh, plis. :D

oiya, beberapa bulan terakhir lagi intens banget bahas al-qur'an. keren banget ya ternyata al-qur'an teh dari segala aspeknya. dan bahan atau media belajar qur'an mealui video teh ternyata banyak pisan, menarik, dan jadi lebih mudah dipahami. gimana urgensi sejarah, gimana perjuangan Rasul-Rasul Allah dan Kasih sayang Allah baru akan keserap setelah mendalami al-qur'an ini. segala macem ada lah, komplit plit plit. dan urang kemana aja selama iniiiiiii????!! sedih pisan atulah kenapa baru sekarang :( tapi sekaligus bersyukur juga alhamdulillaah hidayah buat mencintai qur'an-nya masih Allah turunkan ke hati pitiw. semoga, aamiin. all about Islam, Allah SWT, Rasulullaah saw dan seluruh ciptaan Allah ada banget di dalam kitab suci yang berisi 114 surat itu. Al-Qur'an itu bukan sebatas tulisan yang diam. tapi doi bicara banget di tengah kehidupan ini. selalu relevan dari sejak diturunkan sampai detik ini di abad 21. dan akan terus begitu sampai akhir zaman. apa yang tertulis di al-qur'an nyata banget men, kaya lagi ngomong personal siah. pokonya ah, cobain.. semoga pembaca yang budiman (yg mungkin nyasar ke blog ini) bisa ngerasain juga dengan rasa dan sensasi masing2. dari situ jadi muncul sebuah ide projek yang semoga bisa jalan. melandingkan all about qur'an dalam gambaran besar secara mendetail through multimedia ke hati dan sikap para mahasiswa ibu pertiwi. tematik juga rencananya. semoga Allah bantu, Allah tolong projek ini. pitiw pengen ikut kontribusi walau secuil ya Allah. biar punya sedikit amal yang bisa dibawa untuk berjumpa dengan-Mu. biar ga malu teuing buat mohon surga-Mu. pitiw pengen islam menang dan al-qur'an ini tegak ya Allah. pitiw pengen mengagungkan Allah dengan menghormati utusan-Mu dan meneruskan risalah perjuangan-nya. laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

dan terakhir, lindungi pitiw dari kenorakan sikap di tengah berbagai susah senang dan emosi lain-nya yang overwhelmed. tolong jaga pitiw yaa, ya Allah. ga mau norak, cuma pengen jadi hamba-Mu yang taat aja dan tidak melakukan apa yang Allah tidak suka dan yang pitiw koar2in ga suka dan ga pengen kaya begitu.. ga mau banget jika nantinya pada suatu saat melakukan sesuatu yang sebelumnya pernah pitiw bilang ga akan lakuin. atau bilang sesuatu yang ngga dilakuin. atau menyuruh orang lain untuk tidak begitu tapi sendirinya gitu tea gening. na'udzubillaaHi min dzalik. Allah benci itu.

pada akhirnya pitiw menyadari setiap paragraf dalam tulisan ini tida ada relevansinya antara satu paragraf dengan yang lain-nya. banyak lintasan-lintasan pikiran random yang tiba-tiba muncul di kepala dan agak penting juga kayanya si lintasan pikiran itu teh *ceileh*. dan daripada numpuk ga berguna muter2 di pikiran doang mending dikeluarin jadi tulisan. siapatau bermanfaat atau minimal jadi pengingat buat diri sendiri bahwa urang pernah nulis ini. tah! skakmat gabisa ngomong apa-apa lagi kalo disodorin tulisan ini someday.

baiklah, untuk menutup tulisan random ini saya mohon ampun pada Allah saja, astagfirullaahal'azhiim..
wallaHu a'lam. wa billaaHi taufiq wal hidayah.

salam senyum pake hatiii, salam :) pake <3

salam semoga terlimpah kepada kalian semua para pembaca. dan solawat semoga selalu tercurah pada Nabi Muhammad shallallaaHu'alaiHi wa sallam serta Nabi Ibrahim 'alaiHissalam Bapak para Nabi. Bapak generasi dan peradaban. aamiin. I adore, love, and respect you much, my Rasul!

Wednesday, April 9, 2014

alhamdulillaah... sebuah pengkristalan dan intisari perjalanan.

Apa yg terjadi saat ini, sekarang ini nih, skenarionya udah tertulis dengan mempertimbangkan yang telah lalu dan yang akan datang. Bukan berkaitan dengan diri kita secara pribadi saja tapi juga mempertimbangkan orang-orang dan lingkungan sekitar kita. Dalam lingkup kecil, maupun lingkup semesta. Bahkan kadar kesulitan tiap kejadian-nya pun diatur sedemikian rupa sehingga dipastikan akan mampu dilalui. Udah diatur. Diatur dengan analisis yang sangat detail dan matang sehingga lahir perencanaan yg sangat sempurna.

Nah, seringkali kita -dengan sifat dasar dan tabiat manusia serta ketidaktahuan kita karena sedikitnya ilmu- kurang sabar lalu berakhir dengan berburuk sangka dan bersikap tidak terima. 

Lalu waktu bergulir. 

Tersingkaplah tabir dan terbukalah hikmah dari setiap langkah dan kejadian yang telah lalu. WAW! OH! IH! EH! hhmmm... dan ungkapan ekspresi AHA! moment lain-nya pun tanpa sadar terucap. Lalu sadarlah kita pada akhirnya, bahwa memang rencana sempurna itu hanya milik Allah sebaik-baik perencana, bahwa skenario-Nya memang benar-benar indah, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri ini tidak asal terjadi, bukan main-main, tidak ada yang sia-sia, memiliki arti dan makna serta ada ketersambungan antara satu kejadian dengan yang lain-nya. 

Sekali lagi, sudah diatur. 

Terbukalah mata dan hati dengan petunjuk-Nya serta bimbingan-Nya. Seketika hati dan bibir ini beristigfar sekaligus mengucap tahmid lalu takbir mengagungkan nama-Nya. 

Sungguh, saya saksikan untuk ke sekian kalinya kesempurnaan rencana-Mu. Dan saya bersaksi bahwa saya sama sekali tidak mengetahui, sedang Engkau Maha Mengetahui. Bahwa Engkau Maha Penyayang dari semua penyayang, wahai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. :")

Semoga kita selalu bisa merasakan kasih sayang Allah dan senantiasa bersyukur dalam setiap kejadian yang terjadi pada diri kita pada khususnya, dan lingkungan sekitar kita pada umumnya. Percaya aja sama Allah, pasti ada hikmah.

Semoga kita dikaruniakan yakin akan kesempurnaan rencana Allah dan akan janji Allah dan Rasul-Nya yang belum bisa terlihat mata dan logika manusia. Aamiin.

Berdo'alah... 
kau akan menemukan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do'a.

"A veil is lifted and a whole new perspective is born" - Yasmin Mogahed

Wednesday, December 25, 2013

case closed!

case closed!
alhamdulillaahirobbil'alamiin... :)

cukup tau

O my Allah O my Allah,
gatel banget pengen nulis aaaakk!

akhir-akhir ini pitiw disadarkan (lagi-lagi) bahwa pitiw masih cemen banget, masih cetek banget ilmunya, masih kudu banyak belajar bukan cuma sok tau atau ngaku-ngaku tau padahal tetot. astagfirulloohal'azhiim. *baru segini doang tiw, plis. ngga usah lebay.

Dihadepin langsung sama keadaan yang menguji keteguhan prinsip dan omongan-omongan/pernyataan yang pernah dilontarkan oleh diri kita sendiri itu diujinya banget-banget. 
akankah tetap teguh atau malah goyah?

alhamdulillaah lega pisan sudah bisa bebas kembali. I'm free, I'm alive!

udahan kagetnya, cukup tau, cukup ambil hikmahnya, aplikasiin apa yang udah didapet, dan mari kembali berkarya.
dan yang lebih melegakan adalah mengetahui bahwa ternyata prasangka atau dugaan kita salah besar, ternyata kekhawatiran kita ga terbukti. 
jangan pernah sekalipun meragukan keteguhan dan kekuatan orang beriman, tiw. mereka kuat, mereka dijaga dan punya Allah. salut, AllaahuAkbar!

cukup Allah yang tau keikhlasannya, pitiw ngga mau ngaku-ngaku. yang jelas saat ini pitiw baik-baik aja sebaik-baiknya keadaan. Alhamdulillaah Allah masih sayang pitiw dan akhir-akhir ini ngerasa disuruh lebih mendekatkan diri lagi sama Allah, mungkin Allah kangen atau sebenernya pitiw yang kangen tapi ngga nyadar. ngga ada yang perlu dikhawatirkan, cukup percaya, tetap saling mendoakan, dan lanjutkan hidup! sederhana saja~


Selamat kembali berkarya dengan fokus, konsentrasi, dan jiwa yang tenang wahai diri...

taqdir itu misteri, rahasia Allah yang perlu diimani. iman kepada qada' dan qadar.
wallaahu a'lam.

salam senyum pake hatiii, :) pake <3

Friday, December 20, 2013

random

Allah has perfect timing 
Never early
Never late
It takes a little patience
And a lot of faith

"Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka"

(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

"Tulisan itu juga harus ditulis dengan keyakinan yang kuat. Tulisan hanyalah kata-kata yang mati bila lahir dari hati yang tidak yakin, meski penuh dengan ramuan sastra dan keindahan gaya bahasa." -Sayyid Quthb-

beberapa kutipan dari tulisan dalam sebuah blog : http://lintang-wahyu-mukti.blogspot.com/ *recommended

 

Sunday, December 15, 2013

ISLAM

     SUBMIT                                         SINCERITY 
SURRENDER        OBEDIENCE
  PEACE

All of these things above in one time

by : Dea (in one of video that she send to me)
:")

                                                

                                                                        

tawakal - bertakwa - sabar

"... Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal." (T.Q.S. Yusuf : 67)

"... Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik." (T.Q.S. Yusuf : 90)

*note to myself*

Friday, December 6, 2013

berbuatlah sesukamu :)

Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain.” (HR. Ath-Thabrani)
berbuatlah sesukamu, sekehendakmu, semau-maumu dengan kesadaran penuh bahwa semua hal yang kita lakukan pasti akan dipertanggunjawabkan.

Tuesday, November 26, 2013

http://mikisi.blogspot.com/2012/02/space-cadet-series-blue-galaxy-notebook.html

omo omooo!

Friday, November 22, 2013

Persiapan Nikah

Kultwit Nikah Dari Salim A Fillah

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati.


2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya.

3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan.

4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”

5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah

6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah

7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup.

8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa.

10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa.

11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini.

12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah

13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi.

14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH.

15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu.

16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah

17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah

18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah

19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan.

20. Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa.

21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”

22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?

23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya.

24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll

25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah

26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah

27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah

28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah

29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah

30. ->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah

31. Lihatlah Khadijah saat Muhammad pulang dr Hira’ dengan panik & resah. Dia tak bertanya, dia sediakan ruang sendiri & kontemplasi. #Nikah

32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah

33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I: O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah

34. BEDA: Istri cerita untuk ringankan beban hatinya. Dimengerti itu solusi > Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah

38. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar) #Nikah

39. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4

40. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu #Nikah

41. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah

42. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi membekas di jiwa. #Nikah

43. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah

44. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar utk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah

45. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah

46. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P #Nikah

47. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa (QS 4: 9) #Nikah

48. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenagaan.

49. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah

50. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama.

51. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah

52. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah

53. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah

54. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)

55. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah

56. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan dangkal #Nikah

57. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah

58. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya.

59. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia.

60. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi.

61. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi.

62. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah

63. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)

64. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah

65. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan.


66. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)

67. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)

68. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah

69. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah

70. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah

71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan.

72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan.

73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan.

74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah

75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma’ruf.

76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah

77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor.

78. Mulailah dgn perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adl yg plg berhak diundang.

79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah

80. Stl itu, target besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah

81. Tentu berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah

82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah

83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah

84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah

85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah

86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg AMAN, RAMAH, BERMANFAAT :-) #Nikah

87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)
-end-


sumber: http://follow4ku.wordpress.com/2011/01/04/kultwit-nikah-dari-salim-a-fillah/  via FB Ahliana Afifati S

Thursday, November 21, 2013

wa Rahmah... (tamat)

JUARANEWS – Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah(Samara) adalah sebagai tanda kekuasaan Allah. Keluarga Samara itu terwujud adalah kuasa Ilahy, tetapi manusia diwajibkan untuk mengusahakannya. Keluarga Samara terbentuk adalah kehendak Ilahy, tetapi manusia wajib merencanakannya. 

Firman Allah Ta’ala: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum (30) ayat 21)

Keluarga Wa Rohmah
Wa Rohmah artinya adalah kasih sayang yang abadi hingga berlabuh di surga. Dimana suami dan istri membangun rumah tangganya dengan didasari oleh saling menyayangi selamanya.
Ketika diawal pernikahan dimulai dengan mawaddah atau ketertarikan (kecintaan) karena Allah ta’ala, kadang diperjalanan rumah tangga terjadi dinamika yang tak disangka sejak awal. Rohmah adalah kekuatan yang menjamin tetapnya kecintaan dan kasih saying walau seberat apapun dinamika itu terjadi. Tanpa adanya Rohmah seringkali rasa cinta yang sejak awal dibangun luntur, atau bahkan sirna samasekali.

Untuk menjamin agar Rohmah (rasa kasih sayang) menjadi abadi, hingga kecintaan suami dan istri menjadi lestari sampai hari akhir, maka rasa cinta kepada pasangan harus ditundukan kepada sang pemilik Cinta yang sejati yaitu ALLAH TA’ALA.

Rasa cinta kepada pasangan hidup yang telah ditundukan kepada pemilik cinta sejati adalah dengan sebangunnya visi bersama. Visi itu adalah Meraih kasih sayang (Rohmah Allah) danRidha Allah Ta’ala.

Keluarga yang telah sama visinya yaitu Mardhatillah (ridha Allah), maka semua gerak dan dinamika keluarga akan diarahkan kepada satu tujuan, yaitu bagaimana agar Allah meridhainya.

Jika datang kemiskinan atau musibah lainya, maka konsentrasi suami dan istri adalah bahu membahu bagaimana dengan kemiskinan ini Allah meridhainya, dan Allah akan ridha jika kita sabar. Maka kesabaran menjadi konsentrasi geraknya. Tetapi jika tidak ada visi mencari Ridha Allah, maka suami istri akan sibuk berkeluh kesah dan saling menyalahkan.
Jika datang kekayaan atau nikmat, maka konsentrasi suami istri adalah bahu membahu ; bagaimana dengan kekayaan ini Allah meridhainya, dan Allah akan ridha jika kita syukur. Maka kesyukuran menjadi konsentrasi geraknya. Tetapi jika tidak ada visi mencari Ridha Allah, maka suami istri akan sibuk berpoya-poya dan saling membanggakan atau merasa paling berjasa.

Keluarga wa Rohmah adalah keluarga yang sudah sepakat dan berkeras mencapai visi bersama Mardhatillah (ridha Allah). Sehingga kecintaan kepada pasangan akan lestari terjaga hingga hari akhir, tidak berhenti kecintaannya didunia saja, atau berhenti karena tragedi dan musibah yang menimpanya.

Keluarga wa Rohmah adalah keluarga yang suami dan istri saling mencintai dan saling meridhai. Jika suami dan istri sudah saling meridhai maka kesalahan-kesalahan kecil dalam perjalanan rumah tangga akan dibalut dengan kekuatan cinta dan saling memaafkan. Bahkan jika kesalahan besarpun terjadi maka pintu permaafan akan mudah dilalui bersama. Karena visinya yang tajam yaitu meraih Ridha Allah. Ridha Allah menjadi besar dalam visi (pandangannya) semntara kasus dan tragedi dalam rumah tangga menjadi kecil dalam visinya.

Membangun keluarga yang wa Rohmah, yaitu keluarga yang menjamin pasangan suami dan istri menjadi saling menyayangi dan meridhai selamanya. Penajaman visi mardhatillah menjadi proses yang terus menerus perlu dilakukan.*** tamat >> (waiman Abdurrahman).

Friday, November 1, 2013

Mawaddah... (lanjutan)

JUARANEWS – Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah(Samara) adalah sebagai tanda kekuasaan Allah. Keluarga Samara itu terwujud adalah kuasa Ilahy, tetapi manusia diwajibkan untuk mengusahakannya. Keluarga Samara terbentuk adalah kehendak Ilahy, tetapi manusia wajib merencanakannya. Firman Allah Ta’ala: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum (30) ayat 21)

Keluarga Mawaddah
Mawaddah artinya adalah ketertarikan atau kecintaan yang mendalam. Dimana suami dan istri membangun rumah tangganya dengan didasari oleh saling mencintai.


Sudah menjadi naluri manuisawi bahwa manusia cenderung mencintai lawan jenisnya, mencintai kekayaan dan perniagaannya (QS Ali Imran (3) ayat 14). Tetapi merupakan naluri imani jika kecintaan kepada lawan jenis, kekayaan dan perniagaan tersebut dihubungkan secara positif dengan keimanan dan ketaqwaannya (QS Ali Imran (3) ayat 15).

Sebagaimana Sakinah, Mawaddah juga bukan terminology yang bebas nilai atau netral, tetapi syarat nilai imani. Kecintaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan seseorang adalah kecintaan karena Allah Ta’ala. Jadi, Mawaddah itu bukan kecintaan kepada lawan jenis yang bersifat alamiyyah tapi harus merupakan kecintaan yang Ilahiyyah. Kecintaan yang bukan hanya karena parasnya yang cantik atau karena hartanya yang banyak, atau bukan karena jabatannya yang tinggi, tetapi semata-mata karena cintanya kepada Allah ta’ala.

Mawaddah adalah kecintaan yang dibimbing oleh Allah, Rasul dan pimpinan orang beriman (QS An-Nisa (4) ayat 59). Diantara bimbingan Rasulullah adalah sabdanya: “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi).
Rasulullah SAW mengungkap 4 motivasi orang dalam menentukan pilihan pasangan hidupnya;
  1. Karena kecantikan atau ketampanan wajahnya
  2. Karena kekayaannya
  3. Karena keturunannya
  4. Karena keimanan dan Akhlaqnya.
Hanya saja, kemudian Rasulullah membimbing agar memilih karena Keimanan dan akhlaqnya (agamanya), sebab itulah yang menyebabkan engkau bahagia. Inilah kiranya Mawaddah, rasa cinta kepada lawan jenis karena Allah ta’ala, yaitu dengan melihat keimanan dan akhlaqnya yang mulia.

Membangun keluarga yang Sakinah, yaitu keluarga yang menjamin pasangan suami dan istri menjadi tenang dan tentram dalam mengabdi (ibadah), sebaiknya dimulai sejak awal, yaitu sejak menentukan pilihan pasangan hidup. Jatuhkan pilihan karena kecintaan kepada Allah, yaitu memilih calon pasangan dengan melihat keimanan dan akhlaqnya yang mulia. *** bersambung >> (waiman Abdurrahman).

source : http://juaranews.com/insight/keluarga-sakinah-mawaddah-dan-rahmah-2.html

Sakinah Mawaddah Warohmah

JUARANEWS – Keluarga Sakinah, Mawaddah wa Rahmah(Samara) adalah sebagai tanda kekuasaan Allah. Keluarga Samara itu terwujud adalah kuasa Ilahy, tetapi manusia diwajibkan untuk mengusahakannya. Keluarga Samara terbentuk adalah kehendak Ilahy, tetapi manusia wajib merencanakannya. Firman Allah Ta’ala: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar-Rum (30) ayat 21)
Keluarga Sakinah
 
Sakinah artinya adalah ketenangan, ketentraman, kedamaian, kenyamanan. Keluarga Sakinah adalah keluarga yang dimana seluruh personil terutama suami dan istri saling member kenyamanan kepada pasangannya, sehingga tumbuh dan berkembang hubungan yang saling menentramkan dan tercipta keharmonisan rumah tangga.

Mawaddah artinya adalah ketertarikan atau kecintaan yang mendalam. Dimana suami dan istri membangun rumah tangganya dengan didasari oleh saling mencintai

Sementara Rahmah adalah kecintaan yang abadi. Yaitu kecintaan yang dibangun oleh suami istri bukan hanya sebatas didunia tetapi kecintaan yang tembus hingga akhirat.

Akan tetapi Sakinah, Mawaddah dan Rahmah bukanlah terminology yang bebas nilai atau netral, tetapi terminology yang syarat nilai. Allah SWT menggambarkan keluarga Sakinah itu misalnya dengan keluarga Ibrahim.

N. Ibrahim dengan istrinya Hajar, adalah profil pasutri yang sakinah. Lihat ketika Ibrahim AS mencanangkan Makkah sebagai Baladan Amina , yaitu negri yang aman, tentram dan diridhai Allah (QS Al-Baqarah ayat 126). Dan untuk kepentingan perintisan dakwah dinegri tersebut, perlu di tempatkan kader terbaik. Rupanya pilihan justru jatuh kepada Istrinya sendiri, Hajar, yang baru saja melahirkan seorang anak yang sudah lama diidam – idamkan Ibrahim AS. Padahal saat itu Makkah masih berupa lembah tandus yang mengerikan dan Siti Hajar baru saja melahirkan (QS Ibrahim ayat37).

Apa yang terjadi?. Ibrahim dengan tenang memilih Siti Hajar istrinya sendiri yang baru saja melahirkan, yang justru ditugaskan oleh Ibrahim AS sendiri sebagai Pimpinan Umat Islam pasa masa itu, di lembah yang mengerikan.

Tidak ada pemberontakan, tidak ada penolakan, tidak ada keluhan dari Siti Hajar yang masih lemah secara pisik maupun psikis selepas melahirkan. Inilah profil keluarga yang sakinah, keluarga yang tenang dan harmonis dalam menunaikan tugas pengabdian (ibadah). Saling mendukung, saling mensupport dalam menunaikan tugas pengabdian. Walaupun dengan demikian Siti Hajar harus berpisah sementara belasan tahun, dengan Ibrahim AS, karena misi pengabdiannya yang sebangun.

Sakinah adalah keluarga yang tenang dan harmonis dalam menjalankan tugas pengabdian (ibadah). Suami tenang dan nyaman menjalankan tugas ibadahnya karena didukung disupport oleh istrinya. Begitupun sebaliknya, Istri begitu nyaman dalam menjalankan tugas ibadahnya karena didukung oleh suaminya.

Oleh karena itu maka Keluarga Sakinah mempersyaratkan suami maupun istri yang masing masing memiliki Jiwa yang muthmainnah, yaitu jiwa yang tenang dan stabil dalam menjalankan tugas ibadahnya dan Istiqamah (konsekwen dan konsisten) dalam beribadah.

Membangun keluarga yang sakinah berarti perjuangan mengedukasi diri (pasutri) menuju jiwa yang mutmainnah dan langkah yang istiqamah. 

*noted* 

source : http://juaranews.com/insight/keluarga-sakinah-mawaddah-wa-rohmah-bagian-1.html

Wednesday, October 30, 2013

on going... now watching...
the inheritos (the heirs)
the suspicious housekeeper (the strange housekeeper)

Tuesday, September 24, 2013

so sweet

"Do not ask the one you love, to marry you by going down on one knee...
Instead, go down on both, then let your forehead touch the ground and request your Lord to make her yours!"

- Isn't that true???

#Reminder!


source : https://www.facebook.com/MuslimSpeakers?ref=stream&hc_location=stream